🐑 Utusan Allah Sebagai Pembawa Kasih Sayang Bagi Alam Semesta Adalah
Sebagairahmatan lil 'alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi? Ummatnya; Sahabatnya; Keluarganya; Alam semesta; Semua jawaban benar; Jawaban: D. Alam semesta. Dilansir dari Encyclopedia Britannica, nabi muhammad saw. diutus oleh allah swt. sebagai rahmatan lil 'alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta.
2 Kasih Sayang Rasulullah saw. terhadap Anak, Keluarga, Orang tua dan Masyarakat. Selain memiliki sifat jujur dalam berdagang dan bergaul, Rasulullah saw. pun sayang terhadap keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Pada zaman Jahiliyah, penduduk Mekah tidak menghargai anak perempuan. Namun nabi Muhammad saw.
SEJARAHNABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA TERHADAP KASIH SAYANG SESAMA. SEJARAH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RAHMAT BAGI SELURUH ALAM SEMESTA TERHADAP KASIH SAYANG SESAMA www.ekokurniawan.com. Jumat, 04 Maret 2022. Facebook Twitter Telegram
Jawaban D. Alam semesta Dilansir dari Encyclopedia Britannica, nabi muhammad saw. diutus oleh allah swt. sebagai rahmatan lil 'alamin artinya sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta. Kemudian, saya sangat menyarankan anda untuk membaca pertanyaan selanjutnya yaitu Amal yang disukai oleh Allah SWT berdasarkan hadits SAW.
jr51.
مَّآ أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًا Arab-Latin Mā aṣābaka min ḥasanatin fa minallāhi wa mā aṣābaka min sayyi`atin fa min nafsik, wa arsalnāka lin-nāsi rasụlā, wa kafā billāhi syahīdāArtinya Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi. An-Nisa 78 ✵ An-Nisa 80 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Penting Terkait Dengan Surat An-Nisa Ayat 79 Paragraf di atas merupakan Surat An-Nisa Ayat 79 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada berbagai hikmah penting dari ayat ini. Terdapat berbagai penjelasan dari kalangan ulama terkait kandungan surat An-Nisa ayat 79, misalnya seperti berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi ArabiaApa saja yang menimpamu wahai manusia,berupa kebaikan dan kenikmatan,maka itu berasal dari allah semata sebagai karunia dan kebaikan apa yang menimpamu berupa kesulitan dan kesengsaraan,maka hal tersebut disebabkan oleh perbuatan burukmu dan apa yang diperbuat oleh tanganmu berupa dosa-dosa serta kami mengutusmu wahai rasul,bagi segenap manusia sebagai rasul yang menyampaikan risalah cukuplah allah menjadi saksi atas kebenaran risalahmu.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram79. Setiap kesenangan yang datang kepada kamu -wahai anak Adam- seperti rezeki dan anak adalah berasal dari Allah. Dia menganugerahkannya kepada kamu. Dan setiap kesialan yang menimpamu dalam urusan rezeki dan anakkamu itu sesungguhnya berasal dari diri kamu sendiri, yaitu akibat dari perbuatan maksiat dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan sungguh Kami telah mengutusmu -wahai Nabi- sebagai utusan Allah yang menyampaikan risalah Rabbmu kepada seluruh umat manusia. Dan cukuplah Allah sebagai saksi atas kejujuranmu dalam menyampaikan risalah tersebut berdasarkan dalil-dalil dan bukti-bukti yang Dia berikan kepadamu.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah79. Kebaikan yang kamu dapatkan merupakan dari karunia, rahmat, dan taufik Allah sehingga kalian dapat meniti jalan keselamatan dan kebaikan. sedangkan keburukan yang menimpamu merupakan hasil dari amal perbuatan kamu tidak menempuh jalan hikmah, akal sehat, dan petunjuk dari hidayah Allah. Dan kami mengutusmu hai Muhammad sebagai Rasul yang menyampaikan kasih sayang kepada seluruh alam semesta. Cukuplah Allah sebagai saksi atas kebenaranmu, dan Dia adalah saksi antara kamu dengan mereka. Dia Maha Mengetahui apa yang kamu sampaikan kepada mereka dan kebenaran darimu yang mereka tolak karena kekafiran dan keangkuhan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Li Yaddabbaru Ayatih / Markaz Tadabbur di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, professor fakultas syari'ah Universitas Qashim - Saudi Arabia78-79 1 . { فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا } "Maka mengapa orang-orang itu orang munafik hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?" Maka jikalau orang-orang beriman tidak mengetahuinya; niscaya mereka sama halnya dengan orang-orang kuffar dan orang munafiq yang dihinakan oleh Allah dengan ayat ini. 2 . Allah berfirman { وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ } "dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari kesalahan dirimu sendiri." fawaid yang dapat diambil dari ayat ni adalah bahwasanya manusia tidak dapat menjamin dalam dirinya selalu ada ketenangan, karena keburukan yang ia hadapi tidak lain adalah datangnya dari diri sendiri, dan tidak pula ia sibuk dengan cacian dan hinaan dari segenap manusia disekitarnya lalu mengiraukannya, hendaklah ia kembali kepada kesalahan kemudian ia bertaubat darinya, dan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan dirinya dan kehinaan perbuatannya, ia mesti memohon kepada Allah agar Ia melimpahkan kepadanya pertolongan dalam ketaatan kepada-Nya, maka denga itu semua ia akan meraih segala kebaikan dan menjauhkannya dari keburukan.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah79. Wahai manusia, kebaikan yang kamu terima kebaikan atau nikmat itu dari keutamaan dan kebaikan Allah yang mana sebab munculnya kebaikan itu dilimpahkan untuk kalian. Dan keburukan yang kamu terima keburukan atau kesusahan itu disebabkan dosa yang kamu lakukan sehingga kamu dihukum atas hal itu. Kamu tidak lain hanya penyampai risalah Tuhanmu wahai Nabi. Dan takdir para makhluk itu tidak ada di tanganmu, sehingga kamu bisa memberikan kemudharatan dan manfaat. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi atas hal itu.📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam MadinahKebaikan apa pun yang kamu peroleh dari Allah, sedangkan keburukan apa pun yang menimpamu itu disebabkan oleh dirimu sendiri} karena dosamu {Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada seluruh manusia. Cukuplah Allah sebagai dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H79. Kemudian Allah berfirman, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh” yaitu dalam perkara agama maupun dunia, “adalah dari Allah,” Dia-lah yang mengaruniakan dan memudahkannya dengan memudahkan sebab-sebabnya, “dana pa saja bencana yang menimpamu” dalam perkara agama maupun dunia, “maka dari kesalahan dirimu sendiri,” yaitu dengan dosa-dosamu dan usahamu, padahal apa yang dimaafkan oleh Allah darinya adalah lebih banyak, dan Allah telah membuka pintu-pintu kebaikanNya bagi hamba-hambaNya, dan memerintahkan merekka untuk memasuki kebaikan dan karuniaNya, dan mengabarkan kepada mereka bahwa kemaksiatan itu adalah penghalang dari karuniaNYa, lalu bila seorang hamba melakukannya, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri, karena sesungguhnya yang menjadi penghalang dirinya memperoleh karunia Allah dan kebaikanNYa adalah hal tersebut. Kemudian Allah mengabarkan tentang keumuman risalah RasulNya Muhammad seraya berfirman, “Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi” bahwa engkau adalah utusan Allah secara benar dengan apa yang telah Allah topang dengan pembelaanNYa dan mukjizat-mukjizat yang menakjubkan serta keterangan-keterangan yang pasti, dan hal itu adalah kesaksian yang paling utama secara mutlak, sebagaimana Allah berfirman, "Katakanlah “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah “Allah”. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu." Al-An'am 19, Dan apabila ia telah mengetahui bahwa ilmu Allah itu sempurna, kekuasaanNya yang menyeluruh, hikmahNya agung, dan Dia telah membantu RasulNya dengan apa pun yang telah menopangnya dan membelanya dengan pembelaan yang besar, niscaya yakinlah ia dengan hal tersebut bahwa ia adalah Rasulullah, dan bila tidak demikian, sekiranya dia mengadakan sebagian perkataan atas Allah, niscaya Allah benar-benar memegangnya dengan Tangan Allah, niscaya Allah benar-benar memegangnya dengan Tangan kananNya kemudian benar-benar Dia potong urat tali jantungnya.📚 Aisarut Tafasir / Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, mudarris tafsir di Masjid NabawiMakna kata {مِنْ حَسَنَةٍ} min hasanah hasanah adalah sesuatu yang menyenangkan. Sayyi’ah adalah sesuatu yang membawa mudarat. Makna ayat Adapun ayat yang ketiga dan yang terakhir di dalam konteks ini, itu adalah firman Allah {مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ} “Kebaikan apapun yang kamu peroleh adalah dari Allah dan keburukan apapun yang menimpa kalian adalah dari diri mu” Allah berdialog kepada Rasul, mengabarkan kepadanya bahwa kebaikan adalah berasal dari Allah. Yang mana Allah adalah pemberi titah dengan perkataan atau perbuatanNya dan Allah pula yang menciptakan sebab-sebab yang dapat mendukung terjadinya hal tersebut. Adapun keburukan, maka dari jiwa hawa nafsu yang memerintahkan kepada keburukan. Hawa nafsu yang bersinggungan langsung menyelisihi perintah dan larangan Allah. Oleh karenanya, tidaklah layak keburukan dikaitkan kepada Allah. Allah berfirman {وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولاً وَكَفَى بِاللهِ شَهِيداً} “dan Kami mengirim kamu kepada manusia sebagi seorang Rasul dan cukuplah Allah sebagai saksinya.” pelipur lara bagi Rasul dari apa yang dihadapinya berupa gangguan dari orang-orang dan akhlak buruk beberapa oknum-oknum yang secara tidak sengaja menimpa diri Rasul. Misalnya, orang-orang yang mengait-kaitkan keburukan kepada Rasul sebagai bentuk pembawa sial, Allah mengabarkan bahwa, kepentingan Rasul sekarang adalah menyampaikan risalah. Dan Rasul telah menunaikannya, Allah sebagai saksi akan hal tersebut serta memberikan ganjaran terhadap hal tersebut. Rasul adalah keluarga Allah dan Allah akan membalas orang yang menolak risalah kenabian beliau dan orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai saksinya. Pelajaran dari ayat • Kebaikan dan keburukan, keduanya adalah atas takdir Allah. • Kebaikan adalah dari Allah dan keburukan dari hawa nafsu. Kebaikan adalah perintah Allah yang mendatangkan sebab-sebabnya setelah Allah membuatnya terwujud dan menolong orang untuk mendapatkannya dan menjauhkan penghalang-penghalangnya. Keburukan adalah berasal dari hawa nafsu karena Allah melarangnya, mengancam pelakunya, tidak memberi taufik menuju padaNya dan tidak menolong untuk melakukannya, keburukan adalah dari hawa nafsu bukan dari Allah.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat An-Nisa ayat 79 77-79. Orang-orang yang pernah dikata kepada mereka "Tahanlah tangan- tangan kamu dan dirikanlah shalat dan berilah zakat', tetapi tatkala diwajibkan mereka berperang, dari mereka, takut kepada manusia sebagaimana takut kepada Allah, atau lebih sangat takut, dan mereka Tidakkah engkau fikirkan tiba-tiba segolongan berkata "Hai Tuhan kami! Mengapakah Engkau wajibkan kami berperang? Mengapakah tidak Engkau biarkan kami hingga ajal kami yang hampir?" Katakanlah "Benda dunia ini sedikit, dan Akhirat itu lebih baik buat orang yang berbakti; dan kamu tidak akan dianiaya walaupun sedikit". Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapati kamu. walaupun kamu di mahligai-mahligai yang teguh", dan jika ke baikan mengenai mereka, mereka berkata "Ini dari sisi Allah", dan jika kesusahan mengenai mereka, me- "Ini dari sisimu". mereka berkata Katakanlah "Semua itu dari sisi Allah". Mengapakah kaum itu hampir tidak mengerti perkataan? Apa-apa keuntungan yang mengenaimu, maka yaitu dari Allah; dan apa-apa kerugian yang mengenaimu, maka yaitu dari di- rimu, karena Kami utusmu kepa- da manusia sebagai seorang rasul; dan cukuplah Allah sebagai dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, manusia. Dia-lah yang memberi nikmat itu, memudahkannya dan memudahkan sebab-sebabnya. Misalnya musibah. Yakni karena dosa-dosa dan tindakanmu, namun Allah lebih banyak memaafkan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah membukakan pintu-pintu ihsan-Nya dan memerintahkan mereka untuk mengambil kebaikan dan karunia-Nya, serta memberitahukan bahwa maksiat dapat menghalangi karunia-Nya. Oleh karena itu, apabila seseorang melakukannya, maka janganlah dia mencela selain dirinya sendiri, karena dirinyalah yang menghalangi untuk mendapatkan karunia Allah dan kebaikan-Nya. Persaksian ini merupakan persaksian yang paling besar sebagaimana firman Allah Ta'ala, Katakanlah "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. " Terj. Al An'aam 19. Jika Allah Subhaanahu wa Ta'aala sebagai saksi terhadap kerasulan Muhammad, di mana Dia Mahasempurna ilmu, kekuasaan dan Maha Besar hikmah-Nya, ditambah dengan penguatan Allah kepadanya dengan mukjizat dan pertolongan Allah kepadanya, maka dapat diketahui dengan pasti bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah utusan Allah.📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat An-Nisa Ayat 79Kebajikan apa pun yang kamu peroleh, wahai nabi Muhammad dan semua umat manusia, adalah dari sisi Allah yang maha pemurah, maha bijaksana, dan keburukan apa pun yang menimpamu, wahai Muhammad dan siapa pun selainmu, itu semua akibat dari kesalahan dirimu sendiri, karena kami mengutusmu tidak lain hanya menjadi rasul untuk menyampaikan wahyu Allah kepada seluruh manusia. Dan cukuplah Allah saja yang menjadi saksi atas kebenaranmu. Barang siapa menaati rasul dan mengikuti ajaran-ajarannya, maka sesungguhnya dia telah menaati Allah karena Allah yang telah mengutusnya. Dan barangsiapa berpaling dari ketaatan itu, maka ketahuilah bahwa kami tidak mengutusmu, wahai nabi Muhammad, untuk menjadi pemelihara mereka sebagai orang yang bertanggung jawab dan menjamin mereka untuk tidak berbuat dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Demikian pelbagai penjabaran dari beragam ahli tafsir terhadap kandungan dan arti surat An-Nisa ayat 79 arab-latin dan artinya, moga-moga bermanfaat bagi ummat. Bantu perjuangan kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Artikel Paling Sering Dibaca Kaji banyak materi yang paling sering dibaca, seperti surat/ayat An-Nisa, Al-Muthaffifin, Al-Fatihah 4, Ali Imran 190, An-Nahl 114, Al-Anbiya 30. Serta At-Tin 4, Al-Ma’idah 48, Al-A’raf 54, Al-Humazah, Al-Fatihah 5, At-Taubah. An-NisaAl-MuthaffifinAl-Fatihah 4Ali Imran 190An-Nahl 114Al-Anbiya 30At-Tin 4Al-Ma’idah 48Al-A’raf 54Al-HumazahAl-Fatihah 5At-Taubah Pencarian surat abasa ayat 1-10 latin, surat attaubah ayat 103, al baqarah ayat 43 beserta artinya, surat al imron ayat 134, surat al ahzab ayat 17 Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah
Sebagai rahmat bagi alam semesta Allah Ta’ala mengutus nabi Muhammad sebagai pembawa rahmat bagi seluruh manusia, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak dan orang dewasa, bahkan Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi orang-orang yang belum beriman kepadanya. Rahmat ini dapat kita lihat dengan jelas pada sikap dan perbuatannya semasa hidup. Dan yang sangat menonjol adalah ketika beliau mengajak kaumnya -sebagai bentuk kasih sayangnya kepada mereka- kepada Islam namun mereka mendustakannya dan mengusirnya dari Mekah serta berusaha membunuhnya, lalu Allah Ta’ala membela dan menjaganya. Allah Ta’ala berfirman {Dan ingatlah, ketika orang-orang kafir Quraisy memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya} [QS. Al Anfal30] Semua itu semakin menambah kasih sayangnya kepada mereka dan sangat antusias agar mereka mendapatkan petunjuk. Allah Ta’ala berfirman {Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin}[QS. At Taubah128] Dan ketika ia mengalahkan mereka pada penaklukan kota Mekah, ia memaafkannya. Dan ketika Allah mengutus malaikat untuk menghimpit orang-orang kafir dengan dua gunung besar hingga mereka binasa, ia berkata “Tahan dulu, semoga Allah menciptakan dari keturunan mereka orang-orang yang akan menyembah Allah semata. Allah Ta’ala berfirman {Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam} [QS. Al Anbiya107] Beliau adalah pembawa rahmat bagi seluruh manusia dengan beragam warna, bahasa, kecenderungan, pemikiran dan keyakinan dan tempat tinggalnya. Kasih sayangnya tidak terbatas kepada manusia saja, tapi juga kepada hewan dan benda mati. Sebagai contoh, salah seorang dari kalangan Anshar menyiksa seekor unta miliknya hingga kelaparan, lalu Rasulullah merasa kasihan padanya dan memerintahnya agar bersikap baik terhadap untanya, tidak membiarkannya kelaparan dan mengangkut beban di luar kemampuannya. Dan ketika beliau melihat ada seorang yang mengambil sarang seekor burung merpati, ia merasa kasihan dan memerintahkan agar dikembalikan kepada induknya. Beliau yang bersabda Jika kalian menyembelih hewan maka sembelihlah dengan baik» HR. Muslim. Sebagaimana kasih sayang beliau juga meliputi benda mati, hati beliau merasa kasihan kepada sepotong kayu yang merintih sedih karena harus berpisah dengan beliau, maka iapun mengasihinya, turun mengambilnya dan memeluknya hingga kayu itu tenang dan berhenti merintih. Kasih sayangnya tidak terbatas pada sikap dan perilaku pribadi, tapi ia adalah perintah, syariat, gaya hidup dan akhlak yang diberlakukan bagi manusia. Beliau bersabda dalam rangka memotivasi untuk berbuat lembut dan kasih sayang kepada sesama manusia dan mengecam siapa saja yang menyulitkan manusia Ya Allah, barang siapa yang menjadi pemimpin umatku lalu ia mempersulit urusannya maka persulitlah juga dia dan barang siapa yang menjadi pemimpin bagi umatku lalu ia berlaku lembut padanya maka berbuat lembut juga lah padanya» Dengan demikian, sifat kasih sayang adalah diantara akhlak beliau yang mulia dan prinsip dasar dalam agama Islam yang menjadi agama kasih sayang dan kesejahteraan. universalitas Islam Laura Vichea Vagleri Orientalis asal Italia Ayat Al Qur’an yang menjelaskan tentang universalitas Islam sebagai agama yang Allah turunkan kepada nabi-Nya sebagai rahmat bagi alam semesta adalah panggilan langsung kepada seluruh dunia, dan ini adalah bukti yang terang benderang bahwa rasul ini merasa sangat yakin bahwa ajaran ditakdirkan akan melewati kalangan masyarakat arab dan bahwa tugasnya hanyalah menyampaikan ajaran baru kepada masyarakat yang berasal dari ras yang berbeda-beda dan bahasa yang beragamRahmat dan hadiah Jean Lake Orientalis asal Spanyol Sejarah kehidupan Muhammad tidak dapat digambarkan lebih indah dari apa yang Allah gambarkan dalam firman-Nya “Dan kami tidak mengutusmu kecuali agar menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta”.. sungguh sang anak yatim yang agung ini telah membuktikan dirinya bahwa ia adalah rahmat terbesar bagi seluruh orang lemah dan seluruh orang yang butuh bantuan. Muhammad benar-benar menjadi rahmat bagi anak-anak yatim, pengembara, orang menderita, seluruh orang miskin dan pekerja yang yang mengalami kesulitan dan kesusahan
utusan allah sebagai pembawa kasih sayang bagi alam semesta adalah